12.27.2008

UU Pemilu Soal Suara Terbanyak


Gus Dur Nilai Putusan MK Cegah Nepotisme
Putusan itu dapat mengurangi aroma nepotisme dalam persaingan perebutan kekuasaan.
VIVAnews - Mantan Presiden Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi soal suara terbanyak bagi calon legislatif. Putusan itu dapat mengurangi aroma nepotisme dalam persaingan perebutan kekuasaan.

"Undang-Undang itu kan untuk mencegah parpol (partai politik) agar orang-orang (calon legislatif) yang dekat dengan dia (petinggi partai) itu tidak terpilih," ujar Gus Dur usai diskusi Refleksi Akhir Tahun di Radio 68H, Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu, 27 Desember 2008.
Maka itu, Gus Dur berpendapat agar putusan Mahkamah Konstitusi itu lebih dicermati dan dikembalikan lagi kepada masing-masing partai politik. Gus Dur mengakui, putusan tersebut akan banyak menuai masalah dari berbagai pihak. Maka itu, lanjut Gus Dur, masalah kerap akan timbul seiring dengan munculnya konsep-konsep baru.

"Kalau masalah itu biasa. Selalu ada masalah ketika muncul ide baru. Masalah itu sudah tugas dia," kata Gus Dur

Pada Selasa, 23 Desember 2008, Mahkamah Konstitusi membatalkan aturan kombinasi nomor urut dengan Bilangan Pembagi Pemilih yang diatur pasal 214 huruf a sampai e UU Pemilu itu. Mahkamah menyatakan, sistem itu menganiaya kedaulatan rakyat sehingga calon harus ditetapkan berdasarkan suara terbanyak.
Sumber : http://politik.vivanews.com
Baca Selengkapnya...

12.26.2008

Materi Komputer

Guna mendukung kreatifitas siswa-siswi MAN Tambakberas Jombang
tidak terlepas dari dukungan sarana dan prasarana,
MAN Tambakberas dengan perkembangan Teknologi Informasi, membangun jaringan internet, Hotspot dengan fasilitas 2 ruang Lab. Komputer, sehingga terjalin informasi dan komunikasi,
baik antar siswa, guru, dan alumni

MATERI PELATIHAN PROGRAM KOMPUTER
MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN)
TAMBAKBERAS JOMBANG


DASAR SISTEM KOMPUTER
Pengenalan Sistem Operasi
Pengenalan Hardware
Konfigurasi Sistem
Manajemen File


MICROSOFT WORD
Pengenalan Microsoft Word
Pembuatan Dokumen
Pengaturan Paragraf, Style dan Layout
Pembuatan Tabel, Border & Shading
Drawing
Bekerja dengan Object
Penerapan Aplikasi


MICROSOFT EXCEL
Pengenalan Microsoft Excel
Manfaat Lembar Kerja (Worksheet) Excel
Pengenalan Rumus dan Fungsi
Pembuatan Grafik
Analisa Data


ADOBE PHOTOSHOP
Pengenalan Desain Grafis
Pengenalan Adobe Photoshop
Pengenalan Peralatan Adobe Photoshop
Operasi Dasar Adobe Photoshop
Penggunaan Efek
Editing Photo dan Gambar
Pengolahan Desain Grafis


MICROSOFT POWERPOINT
Pengenalan Microsoft PowerPoint
Pembuatan Slide
Pengenalan Navigator
Pembuatan Animasi dan Efek
Pengolahan Layout


LAN DAN INTERNET
Perangkat Keras Internet
Broswer Internet
Search Engine
Halaman Web ke komputer
Surat Elekronik Email



Baca Selengkapnya...

Yang Terlewatkan dalam Pendidikan

ADA kesan kuat, baik guru, orangtua, maupun murid, selalu didorong untuk mengejar dan menghimpun informasi keilmuan sebanyak mungkin, namun melupakan aspek pendidikan yang fundamental, yaitu bagaimana menjalani hidup dengan terhormat. Salah satu penyebab merebaknya korupsi ialah gagalnya dunia pendidikan dalam pembentukan karakter agar hidup selalu dipandu nurani.

Pagi-pagi, seorang ibu dan anaknya dengan wajah tegang menuju rumah seorang aparat pemerintah. Pertemuan itu tak lebih dari 10 menit. Ibu dan anak pamit, dan pulang dengan wajah ceria. Keceriaan disampaikan kepada ayahnya melalui telepon. Apa yang terjadi?

Rupanya ibu dan anak itu berhasil memperoleh bocoran soal ujian setelah membayar sejumlah uang. Apa yang signifikan dari peristiwa ini? Jika peristiwa itu direnungkan, suatu hal amat jelas. Orangtua telah menanamkan virus kehidupan kepada anak bahwa sukses bisa dibeli dengan uang, dengan menyogok, dan semua itu seolah sah-sah saja. Peristiwa itu juga menggoreskan catatan seumur hidup di hati anak. Pagi itu, orangtua telah merobohkan prinsip kejujuran. Akibatnya, jika suatu saat orang atau guru mengajarkan nilai-nilai kejujuran, anak akan menilai semua itu bisa ditawar. Singkatnya, secara moral orangtua tidak lagi punya wibawa untuk mengajarkan kejujuran di mata anaknya.

Belum lama ini saya dibuat tercenung membaca Pojok Kompas (15/1). Tertulis: "Kelulusan 322 calon PNS di Departemen Agama dibatalkan sebab yang bersangkutan tak ikut tes". Di lingkungan Depag, juga di departemen lain, kecurangan seperti ini bukan hal baru. Namun saat korupsi terjadi di Depag, implikasi moral politiknya lebih besar karena bisa mengarah pada logika bahwa Depag yang mestinya berperan sebagai "sapu yang bersih" telah terseret dan menyatu bersama sampah yang hendak dibersihkan.

Pendidikan berbasis karakter

Pendidikan adalah usaha sistematis dengan penuh kasih untuk membangun peradaban bangsa. Di balik sukses ekonomi dan teknologi yang ditunjukkan negara-negara maju, semua itu semula disemangati nilai-nilai kemanusiaan agar kehidupan bisa dijalani lebih mudah, lebih produktif, dan lebih bermakna. Namun banyak masyarakat yang lalu gagal menjaga komitmen kemanusiaannya setelah sukses di bidang materi, yang oleh John Naisbit diistilahkan High-Tech, Low-Touch. Yaitu gaya hidup yang selalu mengejar sukses materi, tetapi tidak disertai dengan pemaknaan hidup yang dalam. Akibatnya, orang lalu menitipkan harga dirinya pada jabatan dan materi yang menempel, tetapi kepribadiannya keropos.

Seseorang merasa diri hebat dan berharga bukan karena kualitas pribadinya, tetapi jabatan dan kekayaan, meski diraih dengan cara tidak terhormat. Pribadi semacam ini oleh Erich Fromm disebut having oriented, bukan being oriented, pribadi yang obsesif untuk selalu mengejar harta dan status, tetapi tidak peduli pada pengembangan kualitas moral.

Ketika pendidikan tidak lagi menempatkan prinsip-prinsip moralitas agung sebagai basisnya, maka yang akan dihasilkan adalah orang yang selalu mengejar materi untuk memenuhi tuntutan physical happiness yang durasinya hanya sesaat dan potensial membunuh nalar sehat dan nurani. Padahal, aktualisasi nilai kemanusiaan membutuhkan perjuangan hidup sehingga seseorang akan merasa lebih berharga dan bahagia saat mampu meraih kebahagiaan nonmateri, yaitu intellectual happiness, aesthetical happiness, moral happiness ,dan spiritual happiness. Pendidikan yang sehat adalah yang secara sadar membantu anak didik bisa merasakan, menghayati, dan menghargai jenjang makna hidup dari yang bersifat fisikal sampai yang moral, estetikal, dan spiritual. Peradaban dunia selalu dibangun oleh tokoh-tokoh moral-spiritual, yang dihancurkan politisi dan teknokrat yang mabuk kekuasaan.

Selama ini produk pendidikan amat kurang membantu pertumbuhan spiritualitas anak sehingga mereka sulit mengagumi keramahan langit terhadap bumi, gemercik air, festival awan, kekompakan hidup dunia semut, dan perilaku alam lain yang semua itu merupakan ayat-ayat Tuhan dan bacaan terbuka yang amat indah. Ini semua disebabkan kesalahan proses pendidikan yang kita dapat, yang hampir melupakan dimensi akal budi dan emosi serta tidak memandang alam sebagai entitas yang hidup.

Sebenarnya tak ada benda mati di hadapan orang yang akal budinya hidup. Terlebih di hadapan Tuhan, semuanya hidup dan bekerja atas perintah-Nya karena tercipta bukan tanpa tujuan. Pendidikan kita kurang mengajarkan bagaimana bersahabat dan berdialog dengan kehidupan secara menyeluruh.

Sebuah kasus menarik saat bencana tsunami di Aceh, hampir tidak ditemukan bangkai sapi atau kerbau dan hewan lain karena semuanya telah menyelamatkan diri. Hewan-hewan itu memiliki kepekaan dan mampu berdialog dengan sesama penghuni bumi saat bahaya akan datang. Kalaupun ada yang mati, itu lebih dikarenakan hewan-hewan itu kurang makan atau terjebak di kandang.

Belajar dan mengajar dengan hati

Seiring munculnya kesadaran dan tuntutan moral dalam dunia bisnis, dalam dunia pendidikan juga muncul gerakan baru untuk melibatkan emosi dan nurani dalam proses pembelajaran. Dipopulerkan oleh Danah Zohar, Ian Marshall, dan Daniel Golleman, literatur seputar betapa vitalnya dimensi spiritual dan emosional dalam kerja dan belajar kian diapresiasi kalangan eksekutif muda dan praktisi pendidikan. Misalnya, Training ESQ- Leadership yang dimotori Ary Ginanjar mendapat sambutan masyarakat.

Pelatihan ini menghasilkan lebih dari 50.000 alumni, tersebar di seluruh perusahaan di Indonesia, dan tiap bulan bertambah sedikitnya 7.000. Bahkan training ini telah masuk kurikulum SESKOAD Bandung. Fenomena ini tentu amat menggembirakan, sebuah kebangkitan kesadaran etis dan spiritual dalam upaya membangun bangsa yang bermartabat serta mendorong lahirnya generasi baru yang setia dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan dan ketuhanan.

Ada beberapa buku yang sebaiknya dibaca para guru, misalnya karya-karya Eric Jensen, Thomas Armstrong, dan Dave Meier soal bagaimana menciptakan proses dan suasana pembelajaran dengan mengacu pada sifat otak dan emosi (brain based learning) sehingga suasana belajar menjadi nyaman, kreatif, dan kontemplatif. Pembelajaran yang menjadikan siswa sebagai subyek, di mana anak-anak itu memiliki nurani dan potensi multikecerdasan, namun belum tergali dan teraktualisasi. Dengan demikian, proses pembelajaran sebaiknya dimulai dengan melihat, mengamati, dan merasakan lingkungan sosial yang dihadapi, guru dan murid berempati menjadi bagian integral dari realitas sosial dan semesta. Dari situ keilmuan dibangun untuk membantu memecahkan problem kemanusiaan.

Semua ilmu pengetahuan awalnya adalah produk kegelisahan akal budi dan nurani guna meringankan beban hidup manusia. Celakanya, banyak kaum profesional dan birokrat yang dengan ilmu dan jabatannya malah menjadi penindas rakyat. Rakyat amat merindukan pemimpin, birokrat, dan pelaku pasar yang senantiasa mempertahankan prinsip hidup terhormat, hidup yang dipimpin suara hati, meski bisa jadi harus siap hidup sederhana. Itu semua harus dimulai dari pendidikan keluarga dan sekolah yang menjunjung tinggi pendidikan karakter.

Komaruddin Hidayat Pembina Sekolah Berwawasan Internasional (SBI) Madania
Sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0502/03/opini/1538957.htm

Baca Selengkapnya...

Merebut Makna, Belajar Bahasa Kehidupan

DALAM bahasa yang kita gunakan, kata Ludwig Wittgenstein, ahli filsafat bahasa dari Austria, tersirat suatu orientasi hidup yang bukan saja mencakup konsep yang kita anut mengenai sekitar, melainkan juga perasaan, nilai, pikiran, kebudayaan, hingga takhayul. Bahasa amat penting. Ialah yang menentukan hubungan dan pergaulan dalam segala segi di masyarakat.

Dengan bahasa kita dapat menyembunyikan dan mengungkap pikiran, dengan bahasa pula kita mencipta dan menyudahi konflik. Karena bahasa, kita menyerahkan cinta dan dengannya pula kita mengumumkan perang. Singkatnya, bahasa adalah petunjuk kehidupan dan gambaran dunia kita. Padanya ditemukan analisis objektif kehidupan kita.

DENGARKAN laporan dan berita di televisi, bising ujaran di kampus, dan saksikan kemampuan baca tulis di hampir semua lapisan. Kalimat yang tidak koheren, ejaan serampangan, pilihan kata yang bersalahan sampai ke kisah yang tidak berkembang dan mudah ditebak apalagi tidak imajinatif, ditemukan di banyak terbitan. Buku yang amat diminati, bahkan dipenuhi bahasa lisan.

Deskripsi-deskripsi serupa ini, "Seharian di rumah terus, keluar rumah kalo kuliah aja. Kalo nggak ada kuliah? Ya ngurung diri di kamar masing-masing. Kalo nggak belajar, ya tidur. Seringnya malah belajar sambil ketiduran. Aneh juga, ya? Nggak biasanya anak kos yang centil-centil itu nggak bertingkah. Biasanya, begitu denger ada sale di mal atau ada pagelaran konser musik oke, hebohnya sejak dua bulan sebelumnya." bagaimanapun, menunjukkan bahwa ada yang salah dengan-pengguna-bahasa Indonesia.

Tentu saja contoh itu tidak mungkin dipahami dengan cara pukul rata, apalagi dari satu segi saja. Sekilas contoh itu dapat diterima sebagai hasil pendidikan yang semrawut, dapat juga mewakili jiwa yang ingin bebas. Tampak ketidakpedulian, terasa pelecehan, dan keduanya memastikan bahwa bahasa Indonesia tidak dianggap penting juga tak berharga bagi pemiliknya. Tetapi, bila kita percaya pada bahasa sebagai buah pikiran, alat logika untuk meramu idiom demi penyampaian pikiran dan perasaan, cara berbahasa harus dikaitkan dengan kemampuan berpikir. Kecermatan dan kesantunan berbahasa dengan begitu, adalah cerminan nalar dan budaya seseorang.

Hal itu mengantar kita pada sekolah yang mendidik siswa mampu membaca dan menulis dalam pelajaran bahasa Indonesia. Apakah yang terjadi di sekolah? Apakah dengan semua upaya, dana, waktu, dan tenaga yang dicurahkan, kita hanya akan menuai kegagalan? Bagaimanakah caranya mengelola mata pelajaran bahasa Indonesia sehingga menarik dan dapat berbekas pada siswa? Adakah jalan sehingga dengan belajar bahasa siswa menemukan minat dan dengan begitu dapat mengembangkan potensinya apalagi menemukan jati dirinya?

Pertama, harus dipercaya, belajar bahasa yakni membaca, menulis, dan berbicara adalah bagian dari proses berpikir. Dengan bahasa, siswa dimampukan berpikir kalau boleh hingga ke tataran yang rumit karena tersedianya sebuah struktur untuk mengekspresikan dan mengenali hubungan antarkonsep dan dengan itu ia dapat berkomunikasi dengan sesamanya. Dalam pelajaran bahasa, siswa belajar tentang bagaimana berkomunikasi sambil mengenali cara berpikir yang sesuai budaya bahasa yang dipelajarinya. Karena itu, semua upaya di kelas dikerahkan untuk memampukan komunikasi dan menumbuhkan keterampilan berpikir kritis. Contoh keseharian tulisan membuktikan bahwa siswa tak biasa dan bisa berpikir. Bercakap dan berkomunikasi juga sulit bagi banyak orang. Hal yang sama tampak pula pada bacaan mereka.

Kedua, karena bahasa adalah pikiran dan perasaan yang lahir dari sebuah budaya dan dunia, maka siswa hanya akan terlibat dalam pelajaran bahasa kalau ia diperlakukan sebagai subyek, diizinkan masuk secara aktif dalam dunia yang sedang dibacanya, dan membuat bacaannya menjadi bagian dari dirinya. Inilah yang disebut Paulo Freire sebagai membaca dan menulis yang tumbuh dari gerakan dinamis "membaca dunia", yaitu berbincang tentang pengalaman, berbicara bebas dan spontan, dan tidak memisahkan membaca dan menulis huruf dan kata dari membaca dan menulis kehidupan.

Ketiga, dengan kerendahan hati guru perlu menyadari pentingnya peningkatan pengetahuan tentang siswa, mengenai bahasa yang diajarkan dan harus diyakini, apalagi perihal kehidupan sebagai sumber dan alasan pentingnya berbahasa dan menjadi manusia. Guru perlu sabar dan toleran menghadapi dan menerima siswa dan senantiasa tak sabaran untuk memberikan yang terbaik. Dengan menyadari kompleksitas perkembangan siswa, para penentu keberhasilan diharapkan mengasihi siswanya secara afirmatif, sekaligus dapat menerima dan mendorongnya berbuat lebih banyak, yang membuatnya makin bertanggung jawab atas tugasnya. Kualitas itu menguatkan guru untuk memotivasi siswa menginterpretasi bacaannya, merebut makna dan menulis ulang apa yang dibacanya, dan berubah karenanya.



SAYANG, Uji Coba Ujian Akhir Nasional Bahasa Indonesia SLTP 20 April 2003 lalu menunjukkan betapa pendidikan bahasa di Indonesia masih menganut konsep perbankan, karena ujian direkayasa melulu untuk memeriksa apa yang diterima siswa-yang dideposito para guru-apa yang mereka kunyah dan hafalkan. Soal pilihan ganda tentu meniscayakan pengetahuan tentang bahasa bukan keterampilan berbahasa.

Penyempitan makna, kalimat berobyek, kata ganti, keterangan kesalingan, hubungan pengandaian, makna akhiran, kalimat majemuk antara lain diujikan. Hal dilematis timbul saat siswa harus menentukan watak tokoh dalam karya sastra berdasarkan hanya satu alinea.

Sebuah karya terbitan tahun 30-an, tentang seorang tokoh berumur 27 tahun yang merisaukan jodohnya, sudah jelas jauh dari dunia anak SLTP. Dari ujian ini tampak kebutuhan siswa diabaikan, disangka berpikir alih-alih dibiarkan menebak, dan masih diperlukan cara melibatkan perasaan dan minat mereka.

Jadi, apakah yang dapat dilakukan, dan perubahan manakah yang diperlukan? Pusat pengajaran bahasa haruslah siswa, demi pemahaman, minat, dan kebutuhan mereka. Siswa penuh dengan bahasa dan amat gembira belajar. Kemampuan mereka mengonstruksi makna juga istimewa sehingga para pengajar bisa dengan mudah menjadi pembelajar ketika berhadapan dengan siswa. Karena yang utama dalam pelajaran bahasa adalah kebersatuan bacaan, tulisan, dan ujaran siswa dengan dunia yang hendak dikenalinya, maka guru perlu menjadi satu dengan siswa, punya kegirangan menjelajah mengenali kehidupan, ingin tahu dan suka berkelana.

Pengajaran bahasa dengan demikian adalah upaya melibatkan murid, yang tidak bisa diperlakukan melulu sebagai pelatihan teknis, tetapi harus menghubungkannya dengan perasaan, minat, dan kebutuhan mereka. Keberhasilannya tergantung dari partisipasi dalam dialog yang terencana.

Untuk itu, dua jam pertama setiap hari di sekolah hendaknya dipersembahkan untuk bahasa, dan sepanjang hari upaya bernalar, mempertimbangkan rasa dengan mengedepankan keperluan siswa menjadi utama. Karena membaca dan menulis adalah cara untuk menemukan arah dan arti, keindahan dan keintiman hidup yang dapat mencipta dan membangun kehidupan siswa. Hanya dengan mengajar bahasa dengan benar kita membantu anak mendapatkan haknya sebagai anggota keluarga umat manusia.


Riris K Toha-Sarumpaet Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia
Sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0305/05/opini/292386.htm

Baca Selengkapnya...

K.H. Hasyim Asy’ari


Nama:
Kiai Hasyim Asy'ari
Lahir:
Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 (24 Dzulqaidah 1287H)
Meninggal:
25 Juli 1947
Ayah/Ibu:
Kiai Asyari/Halimah
Jasa-jasa:
- Pendiri Pesantren Tebuireng, 1899
- Salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, 31 Januari 1926
- Tokoh pembaharu pesantren
Penghormatan:
- Pahlawan Kemerdekaan Nasional (SK Presiden RI No.294 Tahun 1964, tgl 17 Nop 1964
Silahkan Kunjungi :
  • Situs PP. Tebuireng Jawa Timur


  • Ulama Pembaharu Pesantren
    Pendiri pesantren Tebuireng dan perintis Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, ini dikenal sebagai tokoh pendidikan pembaharu pesantren. Selain mengajarkan agama dalam pesantren, ia juga mengajar para santri membaca buku-buku pengetahuan umum, berorganisasi, dan berpidato.

    Karya dan jasa Kiai Hasyim Asy’ari yang lahir di Pondok Nggedang, Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 tidak lepas dari nenek moyangnya yang secara turun-temurun memimpin pesantren. Ayahnya bernama Kiai Asyari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. Dari garis ibu, Kiai Hasyim Asy’ari merupakan keturunan Raja Brawijaya VI, yang juga dikenal dengan Lembu Peteng, ayah Jaka Tingkir yang menjadi Raja Pajang (keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir).

    Kakeknya, Kiai Ustman terkenal sebagai pemimpin Pesantren Gedang, yang santrinya berasal dari seluruh Jawa, pada akhir abad 19. Dan ayah kakeknya, Kiai Sihah, adalah pendiri Pesantren Tambakberas di Jombang.

    Semenjak kecil hingga berusia empat belas tahun, putra ketiga dari 11 bersaudara ini mendapat pendidikan langsung dari ayah dan kakeknya, Kyai Utsman. Hasratnya yang besar untuk menuntut ilmu mendorongnya belajar lebih giat dan rajin. Hasilnya, ia diberi kesempatan oleh ayahnya untuk membantu mengajar di pesantren karena kepandaian yang dimilikinya.

    Tak puas dengan ilmu yang diterimanya, semenjak usia 15 tahun, ia berkelana dari satu pesantren ke pesantren lain. Mulai menjadi santri di Pesantren Wonokoyo (Probolinggo), Pesantren Langitan (Tuban), Pesantren Trenggilis (Semarang), dan Pesantren Siwalan, Panji (Sidoarjo). Di pesantren Siwalan ia belajar pada Kyai Jakub yang kemudian mengambilnya sebagai menantu.

    Pada tahun 1892, Kiai Hasyim Asy'ari menunaikan ibadah haji dan menimba ilmu di Mekah. Di sana ia berguru pada Syeh Ahmad Khatib dan Syekh Mahfudh at-Tarmisi, gurunya di bidang hadis.

    Dalam perjalanan pulang ke tanah air, ia singgah di Johor, Malaysia dan mengajar di sana. Pulang ke Indonesia tahun 1899, Kiai Hasyim Asy'ari mendirikan pesantren di Tebuireng yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad 20. Sejak tahun 1900, Kiai Hasyim Asy'ari memosisikan Pesantren Tebuireng, menjadi pusat pembaruan bagi pengajaran Islam tradisional.

    Dalam pesantren itu bukan hanya ilmu agama yang diajarkan, tetapi juga pengetahuan umum. Para santri belajar membaca huruf latin, menulis dan membaca buku-buku yang berisi pengetahuan umum, berorganisasi, dan berpidato.

    Cara yang dilakukannya itu mendapat reaksi masyarakat sebab dianggap bidat. Ia dikecam, tetapi tidak mundur dari pendiriannya. Baginya, mengajarkan agama berarti memperbaiki manusia. Mendidik para santri dan menyiapkan mereka untuk terjun ke masyarakat, adalah salah satu tujuan utama perjuangan Kiai Hasyim Asy'ari.

    Meski mendapat kecaman, pesantren Tebuireng menjadi masyur ketika para santri angkatan pertamanya berhasil mengembangkan pesantren di berbagai daerah dan juga menjadi besar.

    Tanggal 31 Januari 1926, bersama dengan tokoh-tokoh Islam tradisional, Kiai Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama, yang berarti kebangkitan ulama. Organisasi ini pun berkembang dan banyak anggotanya. Pengaruh Kiai Hasyim Asy'ari pun semakin besar dengan mendirikan organisasi NU, bersama teman-temannya. Itu dibuktikan dengan dukungan dari ulama di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

    Bahkan, para ulama di berbagai daerah sangat menyegani kewibawaan Kiai Hasyim. Kini, NU pun berkembang makin pesat. Organisasi ini telah menjadi penyalur bagi pengembangan Islam ke desa-desa maupun perkotaan di Jawa.

    Meski sudah menjadi tokoh penting dalam NU, ia tetap bersikap toleran terhadap aliran lain. Yang paling dibencinya ialah perpecahan di kalangan umat Islam. Pemerintah Belanda bersedia mengangkatnya menjadi pegawai negeri dengan gaji yang cukup besar asalkan mau bekerja sama, tetapi ditolaknya.

    Dengan alasan yang tidak diketahui, pada masa awal pendudukan Jepang, Hasyim Asy'ari ditangkap. Berkat bantuan anaknya, K.H. Wahid Hasyim, beberapa bulan kemudian ia dibebaskan dan sesudah itu diangkat menjadi Kepala Urusan Agama. Jabatan itu diterimanya karena terpaksa, tetapi ia tetap mengasuh pesantrennya di Tebuireng.

    Sesudah Indonesia merdeka, melalui pidato-pidatonya Kiai Hasyim Asy’ari membakar semangat para pemuda supaya mereka berani berkorban untuk mempertahankan kemerdekaan. Ia meninggal dunia pada tanggal 25 Juli 1947 karena pendarahan otak dan dimakamkan di Tebuireng. ►e-ti/ms-atur, dari berbagai sumber.
    Baca Selengkapnya...

    KH Wahab Chasbullah


    Profil Singkat
    Lahir : Maret 1888, di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur
    Wafat : 29 Desember 1971



    Pendidikan: Pesantren Langitan Tuban; Pesantren Mojosari, Nganjuk; Pesantren Tawangsari, Surabaya; Pesantren Bangkalan, Madura; Pesantren Tebuireng, Jombang; Makkah Mukkaramah.

    Pendiri Tashwirul Afkar, Nahdatul Wathan, Syubbanul Wathan,  Nahdlatul Ulama, dan SI Cabang Makkah
    Pemrakarsa : Komite Hijaz;
    Pengabdian : Rois’ Am PB Syuriyah NU.
  • Klik disini
  • untuk melihat album kenangan

    Agak sulit menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan sosok KH. Abdul Wahab Chasbullah, tokoh sentral pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Untuk lebih mendekati kebenaran, kita harus pinjam istilah KH. Abdul Wahid Hasyim yang menyebut kyai Wahab sebagai “kyai merdeka”. Dalam sepanjang sejarah perjuangannya, kyai dari Jombang ini memang cenderung berjiwa bebas, berpendirian merdeka, tidak mudah terpengaruh lingkungan sekeliling. Bukan “pak turut”, kata almarhum Kyai Haji Saifuddin Zuhri. Bahkan sampai cara berbicara, berjalan dan berpakaian beliau tidak menjiplak orang lain.

    Di zaman revolusi, baju kesayangannya adalah potongan safari lengan panjang berwarna khaki dengan kemeja putih yang lehernya dikeluarkan, persis tokoh-tokoh muda zaman sekarang. Tetapi ini yang penting, tetap mengenakan sarung dan serban. Pakaian semacam itu dikenakan pada waktu berada di parlemen, Istana Presiden atau di front pertemuan. Pendirian politiknya maupun pendirian hukum agamanya dikemukakan tanpa ragu-ragu, jelas dan terbuka. Tidak gentar menghadapi reaksi dari mana pun. Jika menurut keyakinannya sesuai dengan hukum Islam, dikemukakan tanpa tedeng aling-aling.

    Profil kyai amat berpengaruh ini seolah memberikan penegasan bahwa:
    Pertama, Kyai Wahab adalah ulama pesantren tulen dengan ciri khas mengenakan kain sarung dan serban. Kemana saja pergi, beliau selalu mengenakan kedua pakaian itu, hatta ketika berada di medan perang sekalipun. Mengenai serban ini, menurut penuturan KH. Saifuddin Zuhri, ada anekdot menarik.

    Suatu ketika, Kyai Wahab berbicara dalam sidang parlemen. Sebelum naik ke podium beliau terlebih dahulu membetulkan letak serbannya. Pada saat itu ada mulut usil nyeletuk, “Tanpa serban kenapa sih?” Sambil menunjuk serbannya, Kyai Wahab kontan menjawab, “Serban Diponegoro!” Ketika berdiri di podium sang kyai, sambil menunjuk serbannya berkata, “Pangeran Diponegoro, Kiai Mojo, Imam Bonjol, Teuku Umar, semuanya pakai serban.” Karuan saja ruangan sidang dipenuhi gelak tawa anggota parlemen;

    Kedua, Kyai Wahab adalah seorang intelektual yang salah satu cirinya adalah berjiwa bebas, berpikir merdeka dan tidak mudah terpengaruh lingkungan; dan
    Ketiga, Kyai Wahab adalah seorang politisi kawakan yang dekat dengan presiden. Disamping, tentu saja sebagai seorang pejuang, karena beliau berkali-kali terjun langsung bertempur melawan penjajah Belanda dan Jepang.

    Intelektualitas dan Joke

    Pengembaraan intelektual Kyai Wahab mempunyai benang merah yang jelas dan bisa ditelusuri melalui berbagai aktivitas beliau sepanjang hidupnya. Dimulai dengan mendirikan kelompok diskusi Tashwirul Afkar tahun 1914 bersama KH. Mas Mansur, mendirikan pergerakan Nahdlatul Wathan dan Syubbanul Wathan, memprakarsai pembentukan Komite Hijaz, sampai memberikan inspirasi dan sekaligus membidani lahirnya Nahdlatul Ulama.

    Yang dirintis oleh Kyai Wahab sekitar tahun 1920 dengan mengadakan kontak dan kerjasama dengan Dr. Soetomo di dalam Islam Studie Club adalah cikal bakal munculnya pemikiran yang memberikan arah bagi kerjasama antara kekuatan Islam dan nasionalis menuju terciptanya tatanan masyarakat maju dan modern tanpa mengesampingkan nilai-nilai keagamaan. Ini merupakan sumbangan terbesar yang diberikan seorang ulama kepada bangsa. Bukanlah seorang intelektual jika Kyai Wahab tidak bisa memecahkan persoalan-persoalan pelik dengan spontan, cerdas dan memiliki joke-joke dan humor yang tinggi. Dalam hal yang satu ini Kyai Wahab adalah jagonya.

    Ketika terjadi perdebatan di kalangan tokoh Masyumi mengenai ikut atau tidaknya dalam Kabinet Hatta, yang salah satu programnya adalah melaksanakan Persetujuan Renville yang ditolak Masyumi, Kyai Wahab tampil memecahkan persoalan disertai joke-joke jitu. Kyai Wahab mengusulkan agar Masyumi terlibat dalam Kabinet Hatta. Pertimbangannya jika Masyumi terlibat di dalam, akan lebih mudah menentang kebijaksanaan kabinet tersebut. Forum ternyata menyetujui usul itu setelah melalui perdebatan seru.

    Kyai Haji Raden Hajid tokoh Muhammadiyah, menanyakan kepada Kyai Wahab, “Setiap calon menteri yang akan duduk dalam kabinet tersebut harus mempunyai niat bagaimana?”. Dijawab Kyai Wahab, “Niatnya I’zalul munkarat (melenyapkan yang mungkar).” “Kalau begitu, niatnya harus dilafalkan,” usul Kyai Hajid. Dengan spontan Kyai Wahab menimpali, “Mana dalil al-Qur’an dan haditsnya mengenai talaffuzh bin niyyat (melafalkan niat)?” Serentak hadirin tertawa riuh. Sebagaiman diketahui kedua tokoh ini mewakili dua organisasi yang berbeda pendapat dalam harus atau tidaknya mengucapkan lafal niat (ushalli) dalam shalat; pengikut NU selalu melafalkan niat, sedangkan Muhammadiyah tidak. Lha kok dalam masalah Renville ini menjadi terbalik, jadi lucu terdengarnya.

    Kecil tetapi Gagah

    Kyai Wahab selalu dilukiskan sebagai orang yang energik, penuh semangat, ramah dan berwibawa. Kulitnya sedikit hitam, tetapi tidak mengurangi sinar wajahnya yang menyimpan sifat kasih. Konon Kyai ini sulit untuk marah dan dendam karena sifat dan penampilannya yang humoris. “Meskipun orangnya kecil, beliau tampak selalu bersikap gagah,” kata Kyai Haji Saifuddin Zuhri, salah seorang pengagumnya. Selanjutnya dilukiskan oleh Kyai Saifuddin Zuhri bahwa Kyai Wahab adalah ulama dengan pengetahuan yang sangat luas, tidak terbatas pada bidang agama saja. Orang yang pernah dekat dengannya tidak pernah jemu mendengarkan uraian kata-katanya yang serba baru dan mengandung nilai-nilai kebenaran yang mempesona. Kyai Wahab bukan termasuk golongan ulama “klise” karena tindak tanduk dan tutur katanya orisinal, keluar dari perbendaharaan ilmu dan pengalamannya. Tidak pernah beliau merasa canggung berbicara di muka ribuan manusia sekalipun dengan dilakukan mendadak, tetapi juga tidak pernah kecewa bila yang mengerumuni cuma sedikit orang.

    Kecerdasan otaknya dilengkapi dengan retorika yang baik, menjadikan setiap uraiannya terdengar menarik. Topik pembicaraannya bisa dari masalah bela diri pencak sampai bom atom, dari onderdil mobil sampai masalah aparatur negara, dari masalah kasidah dan perwayangan hingga masalah land reform dan sosialisme.

    Bagi warga NU, Kyai Wahab tidak sekadar bapak dan pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia, melainkan sebagai simbol dalam banyak hal, dari tradisi intelektual di kalangan ulama pesantren sampai lambang pemersatu. Diceritakan bahwa Kyai Wahab mendirikan, memelihara dan membesarkan NU dengan ilmunya, baru kemudian dengan hartanya dan tenaganya. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika orang menyebut Kyai Wahab adalah ruh sekaligus motor penggerak NU, sejak NU berwujud kelompok kecil yang tidak diperhitungkan orang sampai menjadi partai politik dan jam’iyah Islam terbesar di Indonesia.

    Lahir dan Besar di Pesantren

    Kyai Wahab lahir dari pasangan Kyai Chasbullah dan Nyai Lathifah pada bulan Maret 1888 di Tambakberas Jombang. Keluarga Chasbullah, pengasuh Pondok Tambakberas masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan ulama paling masyhur di awal abad ke-20 yang sama-sama dari Jombang, yaitu Kyai Haji Hasyim Asy’ari. Nasab keduanya bertemu dalam satu keturunan dengan Kyai Abdussalam. Konon jika diurut ke atas, nasab keluarga ini akan bermuara pada Lembu Peteng, salah seorang raja di Majapahit.
    Sepeninggal isteri pertamanya di Mekkah sewaktu menjalankan ibadah haji tahun 1921, Kyai Wahab memperisteri Alawiyah, puteri Kyai Alwi. Setelah memperoleh seorang anak, isteri keduanya ini pun meninggal. Sesudah itu Kyai Wahab pernah tiga kali menikah, tetapi tidak berlangsung lama dan tidak dikaruniai anak. Kemudian kawin lagi dengan Asnah, puteri Kyai Said, pedagang dari Surabaya dan memperoleh empat orang anak, salah satunya Kyai Nadjib (almarhum) yang melanjutkan mengasuh Pesantren Tambakberas.

    Setelah Asnah meninggal, Kyai Wahab menikah dengan Fatimah, anak Haji Burhan dan tidak memperoleh keturunan. Tetapi dari Fatimah beliau memperoleh anak tiri, diantaranya Kyai Haji A. Sjaichu. Setelah itu Kyai Wahab pernah kawin dengan Masmah, memperoleh seorang anak. Kawin dengan Ashikhah, anak Kyai Abdul Madjid Bangil, yang meninggal setelah beribadah haji dan memperoleh empat orang anak. Terakhir Kyai Wahab memperisteri Sa’diyah, kakak Ashikhah, sampai akhir hayatnya pada 1971 dan memperoleh lima orang anak.

    Seperti kebanyakan pola hidup yang diterapkan dipesantren, Kyai Wahab juga menganut pola hidup sederhana, meskipun dia tidak bisa digolongkan sebagai tidak berkecukupan. Untuk memenuhi nafkah keluarganya, Wahab berdagang apa saja asal halal. Diantaranya pernah berdagang nila dan pernah menjadi perwakilan sebuah biro perjalanan haji. Kebanyakan dari bidang usahanya itu dipercayakan kepada orang lain dengan cara bagi hasil.

    Bekal utama bagi pendidikan Wahab kecil yang diberikan sendiri oleh ayahnya adalah pelajaran agama dan membaca al-Qur’an serta tasawuf. Baru sesudah dipandang cukup, Wahab berkelana ke berbagai pesantren untuk berguru, di antaranya di Pesantren Langitan, Tuban; Mojosari, Nganjuk di bawah bimbingan Kyai Sholeh; Pesantren Cepoko; Pesantren Tawangsari, Surabaya; Pesantren Kademangan Bangkalan, Madura, dan langsung berguru kepada Kyai Cholil yang masyhur itu. Oleh Kyai Cholil, Kyai Wahab disuruh berguru di Pesantren Tebuireng, Di berbagai pesantren inilah kehidupan Wahab ditempa dan dia mempelajari banyak kitab penting keagamaan sampai mahir betul.

    Pada usia 27 tahun Kyai Wahab meneruskan perjalanannya ke Mekkah. Di kota suci itu dia bertemu dan kemudian berguru dengan Ulama-Ulama terkenal diantaranya Kyai Machfudz Termias, Kyai Muhtarom Banyumas, Syaikh Ahmad Chotib Minangkabau, Kyai Bakir Yogyakarta, Kyai Asya’ri Bawean, Syaikh Said al-Yamani dan Syaikh Umar Bajened. Semua itu menambah lengkapnya wawasan sosial dan peningkatan pengetahuan keagamaan Kyai Wahab. Melihat riwayat pendidikannya tersebut, tidak heran jika di kalangan Ulama dan para pejuang sebayanya waktu itu Kyai Wahab tampak paling menonjol dari segi pemikiran dan keilmuannya.

    Sebagai Pemikir-Pejuang

    Bakat kepemimpinan dan kecerdasan Kyai Wahab Chasbullah sesungguhnya sudah mulai tampak di pesantren. Di sela-sela kegiatan belajar, Wahab memimpin kelompok belajar dan diskusi santri secara rutin. Dalam kelompok itu dibahas masalah sosial kemasyarakatan, di samping pelajaran agama. Tidak heran jika sepulang dari berbagai pesantren, Kyai Wahab sama sekali tidak canggung terjun ke masyarakat, mempraktikkan apa yang sudah dipelajari.

    Melihat kenyataan sosial yang waktu itu sedang dalam tekanan penjajah Belanda dengan berbagai akibatnya, Kyai Wahab berpikir keras bagaimana dapat menyumbangkan pikirannya yang progresif untuk memperbaiki keadaan. Dari sinilah kemudian Kyai Wahab melakukan kontak dengan teman-teman belajarnya, baik sewaktu di pesantren maupun ketika menuntut ilmu di Tanah Suci untuk membicarakan masalah ini. Akhirnya bersama Kyai Mas Mansur kawan mengaji di Mekkah, dia membentuk kelompok diskusi Tashwirul Afkar (Pergolakan Pemikiran) di Surabaya pada 1914. Mula-mula kelompok ini mengadakan kegiatan dengan peserta yang terbatas. Tetapi berkat prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat yang diterapkan dan topik-topik yang dibicarakan mempunyai jangkauan kemasyarakatan yang luas, dalam waktu singkat kelompok ini menjadi sangat populer dan menarik perhatian di kalangan pemuda. Banyak tokoh Islam dari berbagai kalangan bertemu dalam forum itu untuk mendebatkan dan memecahkan permasalahan pelik yang dianggap penting.

    Tashwirul Afkar tidak hanya menghimpun kaum ulama pesantren. Ia juga menjadi ajang komunikasi dan forum saling tukar informasi antar tokoh nasionalis sekaligus jembatan bagi komunikasi antara generasi muda dan generasi tua. Dari posnya di Surabaya, kelompok ini menjalar hampir ke seluruh kota di Jawa Timur. Bahkan gaungnya sampai ke daerah-daerah lain seluruh Jawa. Tampaknya kelompok ini tidak hanya bermaksud mendiskusikan masalah-masalah kemasyarakatan yang muncul, tetapi juga menggalang kaum intelektual dari tokoh-tokoh pergerakan. Jelas pemrakarsa kelompok ini memasukkan unsur-unsur kekuatan politik untuk menentang penjajahan. Karena sifat rekrutmennya yang lebih mementingkan progresivitas berpikir dan bertindak, maka jelas pula kelompok diskusi ini juga menjadi forum pengkaderan bagi kaum muda yang gandrung pada pemikiran keilmuan dan dunia politik. Bersamaan dengan itu, dari rumahnya di Kertopaten, Surabaya, Kyai Wahab masih bersama Mas Mansur menghimpun sejumlah ulama dalam organisasi Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) yang mendapatkan kedudukan badan hukumnya pada 1916. Dari organisasi inilah Kyai Wahab mendapat kepercayaan dan dukungan penuh dari ulama pesantren yang kurang-lebih sealiran dengannya. Di antara ulama yang berhimpun itu adalah Kyai M. Bisri Syansuri Jombang, Kyai Abdul Halim Leimunding, Cirebon, Kyai Haji Alwi Abdul Aziz, Kyai Ma’shum dan Kyai Cholil Lasem. Di kalangan pemudanya disediakan wadah Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air) yang di dalamnya, antara lain ada nama Abdullah Ubaid. Dalam kelompok inilah Kyai Wahab mulai memimpin dan menggerakkan perjuangan pemikiran berdasarkan keagamaan dan nasionalisme.

    Sayang sekali hanya karena perbedaan khilafiyah saja duet Wahab-Mas Mansur harus retak dan kemudian berpisah. Jika tidak, mungkin perkembangan sejarah ormas Islam atau lebih besar lagi umat Islam Indonesia akan berbicara lain. Perbedaan pandangan dengan Mas Mansur tidak menjadikan Wahab mundur dari penggalangan pemikiran di kalangan pemuda saat itu. Jiwanya yang bebas dan selalu ingin mencari penyelesaian masalah menjadikan ia terus melakukan kontak dengan tokoh-tokoh pergerakan dan tokoh keagamaan lainnya. Dengan pendiri Al-Irsyad, Syaikh Achmad Syurkati di Surabaya misalnya, Kyai Wahab tidak segan-segan melakukan diskusi mengenai masalah keagamaan. Sedangkan dengan tokoh pendiri Muhammadiyah Kyai Ahmad Dahlan, Kyai Wahab sering bertandang ke Yogyakarta untuk bertukar pikiran dengannya. Dan ketika kaum terpelajar Surabaya mendirikan Islam Studie Club yang banyak dihadiri oleh kaum pergerakan, Kyai Wahab tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memanfaatkan forum tersebut. Dalam forum inilah Kyai Wahab berkawan akrab dengan Dr. Soetomo dan lain-lain.

    Tidak bisa disangkal lagi bahwa melalui Tashwirul Afkar, Nahdlatul Wathan dan Syubbanul Wathan, maupun Islam Studie Club solidaritas di kalangan kaum pergerakan dan tokoh keagamaan kian memuncak. Hal seperti ini menimbulkan dampak makin bergelora semangat cinta tanah air di kalangan pemuda. Akan tetapi juga tidak bisa dihindari, karena terjadinya gesekan kepentingan dan makin menajamnya perselisihan paham keagamaan antar tokoh agama, timbul polarisasi yang tajam di kalangan mereka, meskipun tidak sampai mengorbankan kepentingan yang lebih besar, yaitu cita-cita memerdekakan Indonesia. Kyai Haji Mas Mansur misalnya’ harus kembali ke organisasinya, Muhammadiyah dan Kyai Wahab terus melanjutkan penggalangan solidaritas ulama dalam forum tersebut.

    Kristalisasi di kalangan organisasi tersebut makin keras bersamaan dengan munculnya khilafat baik di Turki maupun di Saudi Arabia yang kemudian ditarik garis lurusnya yang bermuara pada masalah perselisihan paham keagamaan. Yaitu terjadinya perselisihan antara paham Islam bermazhab dan tidak bermazhab.

    Menjawab tantangan yang diakibatkan oleh perselisihan ini pada mulanya tokoh-tokoh seperti Kyai Wahab, HOS. Cokroaminoto, Kyai Ahmad Dahlan, Haji Agus Salim dan Kyai Mas Mansur sendiri masih menampung seluruh aspirasi umat dengan cara sebaik-baiknya. Akan tetapi, ketika menentukan siapa yang harus berangkat ke Kongres Khilafat di Timur Tengah, situasi makin meruncing. Buntut dari diabaikannya keterlibatan ulama pesantren dalam Kongres Khilafat itu, muncullah kelompok yang di kemudian hari terkenal dengan Komite Hijaz. Komite ini mengirimkan delegasi ke Mekkah, terdiri atas Kyai Wahab dan Syaikh Ghanaim, yang akhirnya berhasil menggolkan misinya di hadapan Raja Saud.

    Perjuangan Politik

    Akhirnya sampailah pada saat yang amat bersejarah, yaitu ketika pada 31 Januari 1926, di Surabaya tokoh-tokoh Komite Hijaz, diantaranya Kyai Wahab, Kyai M. Bisri Syansuri, Kyai Ridwan Semarang, Kyai Haji Raden Asnawi Kudus, Kyai Nawawi Pasuruan, Kyai Nachrowi Malang dan Kyai Alwi Abdul Aziz Surabaya, berembuk dan menyimpulkan dua hal pokok:

    Pertama, mengirimkan delegasi ke Kongres Dunia Islam di Mekkah untuk memperjuangkan kepada Raja Saud agar hukum-hukum menurut mazhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali) mendapat perlindungan dan kebebasan dalam wilayah kekuasaannya; dan

    Kedua, membentuk suatu jam’iyah bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) yang bertujuan menegakkan berlakunya syariat Islam yang berhaluan salah satu dari empat mazhab tersebut.

    Nama Nahdlatul Ulama diusulkan oleh Kyai Haji Alwi Abdul Aziz Surabaya. Ketika penyusunan kepengurusan, Kyai Wahab konon tidak bersedia menduduki jabatan Rois Akbar dan merasa cukup dengan jabatan Katib ‘Am (Sekretaris Umum) Syuriah. Jabatan tertinggi organisasi baru ini diserahkan kepada Kyai Haji Hasyim Asy’ari Jombang, sedangkan Presiden (Ketua) Tanfidziyah dipegang Hasan Gipo.

    Demikianlah, Nahdlatul Ulama telah lahir. Dalam waktu yang relatif singkat 10 tahun, organisasi yang semula hanya berlingkup lokal Surabaya ini bisa melebarkan sayapnya dan diterima oleh kalangan ulama di seluruh Pulau Jawa, bahkan sampai ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku. Ini semua berkat kegigihan para ulama menyebarkan ide-ide keagamaan dan kemasyarakatannya, terutama melalui jaringan pesantren. Lima tahun kemudian kiprah Nahdlatul Ulama tidak hanya terbatas pada masalah keagamaan dan kemasyarakatan secara tradisional, tetapi sudah mulai mengadopsi model pendidikan Barat dengan mendirikan sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah, mendirikan koperasi dan menggalang ekonomi rakyat pedesaan di bidang pertanian, nelayan dan usaha kecil. Di bidang politik NU memunculkan tokoh-tokoh muda yang berpikiran modern, seperti Kyai Wahid Hasyim, Kyai Masykur, Zainul Arifin, Idham Chalid dan Saifuddin Zuhri. Pada masa pasca proklamasi andil Kyai Wahab baik dalam kancah politik nasional maupun pengembangan organisasi NU sangat menonjol. Pada awal kemerdekaan, Kyai Wahab bersama kaum pergerakan lainnya seperti Ki Hajar Dewantoro, Dr. Douwes Dekker, Dr. Rajiman Wedyodiningrat, duduk dalam Dewam Pertimbangan Agung, kemudian berkali-kali duduk dalam kursi parlemen sampai akhir hayatnya pada 1971. Akan tetapi peran paling menonjol dari Kyai Wahab dalam hal ini adalah sebagai negosiator antara kepentingan NU dan pihak pemerintah. Tidak heran dengan fungsinya itu Kyai Wahab sangat dekat dengan presiden dan pejabat tinggi lainnya. Dalam intern NU sendiri puncak karier Kyai Wahab adalah ketika bersama-sama tokoh muda lainnya seperti Kyai Wahid Hasyim dan Idham Chalid menjadikan NU sebagai partai politik bersaing dengan partai lainnya yang lebih dahulu mapan dalam gelanggang politik Indonesia dan diterima secara bulat dalam Muktamar NU tahun 1952.

    Pada waktu itu situasi hubungan antara NU dan Masyumi dan juga tokoh- tokohnya amat tegang. Meskipun Dr. Sukiman sendiri menyaksikan peristiwa keluarnya NU dari Masyumi, hal itu tidak cukup untuk mengatasi situasi tersebut. Situasi ragu dan tegang juga menghantui pengikut dan pimpinan NU yang semula duduk dan aktif dalam Masyumi. Dalam situasi seperti itu, Kyai Wahab tampil dengan sikap khasnya, yaitu tegas dan berwibawa.

    Katanya, “Siapa yang masih ragu, silakan tetap dalam Masyumi. Saya akan pimpin sendiri partai ini (NU). Saya hanya memerlukan seorang sekretaris dan Tuan-tuan silahkan lihat apa yang akan saya lakukan!”

    Beberapa tahun kemudian, dalam Pemilu 1955 NU keluar sebagai salah satu partai terbesar di samping PKI, PNI dan Masyumi. Memang Kyai Wahab bukan satu-satunya tokoh yang berperan dalam membesarkan NU, akan tetapi peranan Wahab amat menonjol. Dalam hal ini yang lebih menarik untuk dilihat adalah konsistensi Kyai Wahab dalam merealisasikan gagasan sejak dia merintis munculnya tradisi keilmuan melalui kelompok diskusi, penggalangan solidaritas antara sesama kaum agama dan antara kaum agama dengan tokoh-tokoh nasionalis, Sampai penggalangan Ulama pesantren dalam mendirikan NU.

    Kyai Wahab juga dikenal sebagai pengatur strategi perjuangan NU yang baik dalam kancah pergolakan dan turun naiknya politik Islam, mulai dari pembentukan MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia), GAPPI (Gabungan Partai Politik Indonesia), Masyumi sampai NU keluar dari partai Islam tersebut. Di sini Kyai Wahab terlibat dalam pergumulan dengan tokoh- tokoh terkemuka, seperti Kyai Mas Mansur, Dr. Sukiman, Abikusno Cokrosuyoso, Mr. Sartono, Sukarjo Wiryopranoto, Amir Syarifuddin dan lain-lain.

    Tradisi Jurnalistik di NU

    Bukan Kyai Wahab jika tidak memutar otak, selalu “gelisah” mencari cara mewujudkan cita-citanya. Bersama tokoh NU lainnya, Kyai Wahab pernah membeli sebuah percetakan beserta sebuah gedung sebagai pusat aktivitas NU di Jalan Sasak 23 Surabaya. Dari sini kemudian dia merintis tradisi jurnalistik modern dalam NU. Ini dilandasi oleh pemikiran Wahab yang sesungguhnya amat sederhana, yaitu bagaimana menyebarkan gagasan NU secara lebih efektif dan efisien yang selama ini dijalankan melalui dakwah panggung dan pengajaran di pesantren.

    Mulai saat itu diterbitkan majalah tengah bulanan Suara Nahdlatul Ulama. Selama tujuh tahun majalah ini dipimpin oleh Kyai Wahab sendiri. Teknis redaksional dari majalah tersebut lalu disempurnakan oleh Kyai Mahfudz Siddiq dan menjadi Berita Nahdlatul Ulama. Disamping itu terbit pula Suluh Nahdlatul Ulama di bawah asuhan Umar Burhan. Lalu Terompet Ansor dipimpin oleh Tamyiz Khudlory; dan majalah berbahasa Jawa Penggugah, dipimpin oleh Kyai Raden Iskandar yang kemudian digantikan oleh Saifuddin Zuhri. Dari tradisi kepenulisan ini NU pernah mempunyai jurnalis-jurnalis ternama seperti Asa Bafaqih, Saifuddin Zuhri dan Mahbub Junaidi. Juga memiliki surat kabar prestisius seperti Duta Masyarakat.

    Tidak salah lagi, Kyai Wahab adalah pemegang andil terbesar dalam meletakkan dasar-dasar organisasi NU dalam hampir semua sektor; dari mulai tradisi intelektual, peletak dasar struktur Syuriah dan Tanfidziyah organisasi NU, jurnalistik, sampai siasat bertempur di medan laga. Dalam hal yang terakhir ini ucapannya yang paling populer adalah, “Kalau kita mau keras harus punya keris.” Keris dalam hal ini diibaratkan Kyai Wahab sebagai suatu kekuatan, kekuatan politik, militer dan batin. Itulah sebabnya Kyai Wahab juga gigih dan terjun sendiri bersama pasukan Hizbullah (di bawah pimpinan Kyai Haji Zainal Arifin), pasukan Sabilillah (di bawah pimpinan Kyai Haji Masykur) dan Barisan Kyai (yang dipimpin sendiri) dalam berperang melawan penjajah.

    Kyai Wahab juga dikenal jago bersilat dan ber-”wirid”. Konon di mana- mana Kyai Wahab menyebar ijazah, macam-macam Hizb, doa dan wirid kepada seluruh warga NU dan siapa saja yang memerlukan kekebalan diri. Beliau ternyata bukan hanya berwibawa dan disegani karena ilmunya, melainkan juga karena “wirid”-nya.

    Ulama Tiga Zaman

    Demikianlah Kyai Wahab Chasbullah, ulama yang diberkati Tuhan memperoleh kesempatan hidup dalam tiga zaman, (1) zaman pergerakan kemerdekaan; (2) sesudah proklamasi kemerdekaan; dan (3) masa Orde Baru. Kiai ini pernah merasakan pahit getirnya hidup, dan banyak teladan yang ditinggalkan bagi generasi sesudahnya. Dalam masa kepemimpinannya dia juga tidak lepas dari ejekan, fitnah dan hinaan disamping tentu saja sanjungan dan hormat. Pada zaman Orde Lama misalnya, banyak orang mengejek Kyai Wahab sebagai “Kyai Nasakom” atau “Kyai Orla” lantaran NU menerima konsep Nasakom dan dekat dengan Bung Karno. Padahal kata Kyai Saifuddin Zuhri, semua orang dan semua organisasi waktu itu menerima Nasakom termasuk ABRI. Ya, siapa yang berani menentang Bung Karno waktu itu?

    Menanggapi hal ini Kyai Wahab berjiwa besar dan menanggapi dengan tertawa enteng. “Ha..ha..ha.. Ya biarkan saja,” katanya. “Ejekan itu masih belum apa-apa dibanding dengan ejekan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dianggap gila. Saya kan masih belum dianggap gila,” katanya.

    Yang jelas, hampir sepanjang hidupnya, perhatian, pemikiran, harta dan tenaganya dicurahkan untuk mewujudkan cita-cita Islam dan bangsa melalui Nahdlatul Ulama. Tidak heran jika Kyai Wahab tidak pernah absen selama 25 kali Muktamar NU.
    Saat sakit dan menjelang wafatnya, Kyai Wahab masih berkeinginan bisa menghadiri Muktamar ke-25 di Surabaya dan berharap bisa ikut memberikan suaranya bagi partai NU dalam pemilu tahun 1971. Keinginan itu dikabulkan Tuhan. Dan, sekali lagi dalam Muktamar Surabaya, kyai kondang ini terpilih sebagai Rois ‘Am PB Syuriah NU. Empat hari kemudian setelah Muktamar Surabaya, ulama yang banyak berjasa terhadap bangsa ini dipanggil Tuhan. Dia wafat di rumahnya yang sederhana, di Kompleks Pesantren Tambakberas, Jombang pada 29 Desember 1971.

    Dalam khutbah iftitahnya yang terakhir sebagai Rois ‘Am, Kyai Wahab masih sempat berharap, “Supaya NU tetap menemukan arah jalannya di dalam mensyukuri nikmat karunia Allah SWT, sebagai suatu partai terbesar (dalam arti besar amal saleh dan hikmahnya kepada bangsa dan negara), melalui cara-cara yang sesuai dengan akhlak Ahlussunnah wal- Jama’ah.”

    Diingkatkan pula agar kaum Nahdliyin kembali pada jiwa Nahdlatul Ulama tahun 1926. Dan sekarang ini NU telah kembali ke khittah 1926. Mengikuti harapan Kyai Wahab.

    TAMMAT
    *Disadur dari buku:
    “KARISMA ULAMA, Kehidupan Ringkas 26 Tokoh NU”,


    Baca Selengkapnya...

    12.25.2008

    MINIBIOGRAFI GUS DUR




    Abdurrahman "Addakhil", demikian nama lengkapnya. Secara leksikal, "Addakhil" berarti "Sang Penakluk", sebuah nama yang diambil Wahid Hasyim, orang tuanya, dari seorang perintis Dinasti Umayyah yang telah menancapkan tonggak kejayaan Islam di Spanyol. Belakangan kata "Addakhil" tidak cukup dikenal dan diganti nama "Wahid", Abdurrahman Wahid, dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. "Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak kiai yang berati "abang" atau "mas".

    Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara yang dilahirkan di Denanyar Jombang Jawa Timur pada tanggal 4 Agustus 1940. Secara genetik Gus Dur adalah keturunan "darah biru". Ayahnya, K.H. Wahid Hasyim adalah putra K.H. Hasyim Asy'ari, pendiri jam'iyah Nahdlatul Ulama (NU)-organisasi massa Islam terbesar di Indonesia-dan pendiri Pesantren Tebu Ireng Jombang. Ibundanya, Ny. Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri. Kakek dari pihak ibunya ini juga merupakan tokoh NU, yang menjadi Rais 'Aam PBNU setelah K.H. Abdul Wahab Hasbullah. Dengan demikian, Gus Dur merupakan cucu dari dua ulama NU sekaligus, dan dua tokoh bangsa Indonesia.

    Pada tahun 1949, ketika clash dengan pemerintahan Belanda telah berakhir, ayahnya diangkat sebagai Menteri Agama pertama, sehingga keluarga Wahid Hasyim pindah ke Jakarta. Dengan demikian suasana baru telah dimasukinya. Tamu-tamu, yang terdiri dari para tokoh-dengan berbagai bidang profesi-yang sebelumnya telah dijumpai di rumah kakeknya, terus berlanjut ketika ayahnya menjadi Menteri agama. Hal ini memberikan pengalaman tersendiri bagi seorang anak bernama Abdurrahman Wahid. Secara tidak langsung, Gus Dur juga mulai berkenalan dengan dunia politik yang didengar dari kolega ayahnya yang sering mangkal di rumahnya.

    Sejak masa kanak-kanak, ibunya telah ditandai berbagai isyarat bahwa Gus Dur akan mengalami garis hidup yang berbeda dan memiliki kesadaran penuh akan tanggung jawab terhadap NU. Pada bulan April 1953, Gus Dur pergi bersama ayahnya mengendarai mobil ke daerah Jawa Barat untuk meresmikan madrasah baru. Di suatu tempat di sepanjang pegunungan antara Cimahi dan Bandung, mobilnya mengalami kecelakaan. Gus Dur bisa diselamatkan, akan tetapi ayahnya meninggal. Kematian ayahnya membawa pengaruh tersendiri dalam kehidupannya.

    Dalam kesehariannya, Gus Dur mempunyai kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya. Selain itu ia juga aktif berkunjung keperpustakaan umum di Jakarta. Pada usia belasan tahun Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel dan buku-buku yang agak serius. Karya-karya yang dibaca oleh Gus Dur tidak hanya cerita-cerita, utamanya cerita silat dan fiksi, akan tetapi wacana tentang filsafat dan dokumen-dokumen manca negara tidak luput dari perhatianya. Di samping membaca, tokoh satu ini senang pula bermain bola, catur dan musik. Dengan demikian, tidak heran jika Gus Dur pernah diminta untuk menjadi komentator sepak bola di televisi. Kegemaran lainnya, yang ikut juga melengkapi hobinya adalah menonton bioskop. Kegemarannya ini menimbulkan apresiasi yang mendalam dalam dunia film. Inilah sebabnya mengapa Gu Dur pada tahun 1986-1987 diangkat sebagai ketua juri Festival Film Indonesia.

    Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di dua tempat inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studinya di Mesir. Sebelum berangkat ke Mesir, pamannya telah melamarkan seorang gadis untuknya, yaitu Sinta Nuriyah anak Haji Muh. Sakur. Perkawinannya dilaksanakan ketika ia berada di Mesir.
    sumber dari news.okezone
  • Klik disini
  • untuk melihat humor ala Gus Dur

    Baca Selengkapnya...

    12.16.2008

    Pengantar LAN dan Internet

    Baca Selengkapnya...

    Penerapan Teknolodi Informasi

    PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMATIKA
    MAN Tambakberas Jombang

    1. LOCAL AREA NETWORK
    Kelancaran komunikasi dalam sebuah lembaga mutlak diperlukan, komunikasi mempunyai arti luas bukan hanya bercakap-cakap atau berbincang-bincang. MAN Tambakberas dengan pola struktur ruang yang berjumlah besar dan terpisah menjadi alasan untuk dapat menciptakan komunikasi yang lancar, cepat dan tepat. Kebutuhan ini mutlak kami perlukan, maka dengan itu kami membangun jalur komunikasi data Local Area Network (LAN).
    Dengan Local area network maka dapat berbagipakai sumber daya komputer antara seorang user dengan user lain. Selain itu dapat juga untuk sharing (berbagi pakai) dokumen pekerjaan dengan user lain. Desain Local area network Man Tambakberas memungkinkan terjadinya transformasi data pada setiap ruang (± 63 ruang).

    Dalam pengembangan awal telah kami tempatkan sebuah Komputer Induk Data (server) sebagai pusat dari data dan komputer user (client) yang terdapat dalam setiap ruangan.

    Desain Local Area Network MAN Tambakberas Jombang
    Penyediaan perangakat lunak yang telah tersedia adalah sebagai berikut :
    1. Kabel Unsheidl Twister Pair (UTP) dengan konektor RJ-45, untuk menghubungkan antar komputer dalam beberapa ruang yang terpisah.
    2. Terminal (Hub/Switch), kotak terminal yang berfungsi untuk mem-paralel koneksi dari kabel.
    3. Wireless Fixed/Wi-Fi (Access Point), untuk menghubungkan komputer yang jauh yang tidak terjangkau dengan kabel melalui gelombang radio.
    4. Komputer dengan kualitas baik, sebagai server database dan server internet.
    5. Komputer disetiap ruangan, yang sebelumnya memang sudah ada dan tersedia.
    2. Layanan Internet
    Dalam upaya penggalian informasi melalui teknologi internet, managemen madrasah telah menghadirkan teknologi tersebut dengan penyedia jasa internet nasional (Speedy) dari telkom, yang aksesnya dapat digunakan 24 jam.
    Kehadiran teknologi ini tentunya membawa dampak yang sangat besar. MAN Tambakberas sebagai instansi pendidikan yang berada dalam naungan Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang memiliki sosio kultural yang eksklusif memberi tantangan tersendiri bagi segenap pengelola (tim administrator network) untuk dapat memberikan pelayanan internet secara aman, nyaman dan bermanfaat.
    Walaupun masih dalam tahap pengenalan dan belum secara resmi dibuka pelayanannya, respon positif telah tampak dengan semakin tingginya motivasi Bapak/Ibu guru/Siswa didik dalam menjaring informasi.
    Dengan layanan ini pula telah dicoba untuk membuat suatu ruang digital yang berisi modul-modul bahan ajar secara lengkap, yang pada masa sebelumnya masih terpecah dalam beberapa unit PC.
    3. Pengembangan Sumber Daya Manusia
    Persiapan SDM telah menjadi perhatian pokok manajeman pendidikan MAN Tambakberas. Berbagai pelatihan dan pengembangan wawasan TI yang telah dilakukan antara lain :
    1 Pelatihan Microsoft word dan Excel tingkat lanjut Staf/Karyawan/Guru mampu menyelesaiakan pekerjaan lebih cepat
    2 Microsoft Power Point Tingkat Lanjut Guru Mampu membuat modul pembelajaran lebih interaktif
    3 Pengenalan Jaringan LAN tingkat dasar Staf / Guru Mampu menggunakan sumber daya jaringan LAN sekolah
    4. Pengenalan Internet tingkat dasar Guru/Staf Mampu mencari informasi secara cepat, membuat e-mail dan blog.
    5. Kursus Jaringan tingkat lanjut Staf Administrator Jaringan Mampu mengelola jaringan LAN MAN lebih efektif.
    6. Pelatihan pengembangan keguruan TIK Guru TIK Mampu memberikan pengajaran lebih interaktif, kreatif, dan inovatif kepada siswa didik

    4. Paket Aplikasi Sekolah
    Pengelolaan administrasi akademis yang baik dan terintegrasi akan menghasilkan laporan-laporan yang accountable. Paket Aplikasi Sekolah yang diluncurkan Dikmenum Departemen Pendidikan Nasional sengaja kami gunakan sebagai basis pengelolaan data. Aplikasi tersebut telah terpasang pada unit server MAN dan dapat diakses oleh jajaran tingkat manejerial maupun staf. Kemudahan operasional, kelengkapan fasilitas dan koneksitas dengan jaringan menjadi pertimbangan yang kami pilih.

    Contoh tampak muka Aplikasi PAS Siswa

    Contoh tampak muka Aplikasi PAS Tenaga Administrasi
    5. Evaluasi Hasil Belajar Siswa Didik
    Sistem pelaporan hasil belajar siswa telah dikelola dengan sangat baik. Kecepatan, keakuratan dan sistem pelaporan yang dikehendaki pihak manajemen telah dapat dipenuhi. Jumlah siswa yang sangat besar dengan jumlah item mata pelajaran yang demikian banyak tentunya membutuhkan penanganan yang lebih.
    Dalam proses koreksi hasil evaluasi belajar siswa, MAN telah menggunakan teknologi scaning dan skoring secara elektronik. Media yang kami gunakan adalah beberapa unit Scaner Type CANON DR2050, ditunjang oleh aplikasi Pegasus Imaging™ . Desain proses koreksi dapat kami tampilkan sebagai berikut :

    Contoh tampilan tampak muka Pegasus Imaging™

    Desain proses koreksi evaluasi belajar siswa
    :L --> :d --> :z --> ;) -->

    Baca Selengkapnya...

    12.15.2008

    Topologi Jaringan

    TOPOLOGI JARINGAN (BENTUK JARINGAN)
    Topologi Jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen Jaringan, yang meliputi server, workstation, hub dan pengkabelannya. Terdapat lima macam topologi jaringan umum digunakan, yaitu Bus, Star dan Ring, mesh, dan start bus tree.
    A.Topologi Mesh
    Pada topologi jaringan mesh, semua komputer terhubung adalah sentral atau node. Setiap komputer sentral terhubung secara penuh. Setiap komputer harus menyediakan jumlah saluran yang dibutuhkan oleh komputer sentral lainnya dengan jumlah saluran yang dibutuhkan oleh setiap komputer dihitung dengan rumus jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n =jumlah sentral ).Kelemahan topologi jaringan ini adalah kurang ekonomis karena relatif mahal dalam pengoprasiannya. Semakin banyak jumlah sentral, maka tingkat kerumitan dalam saluran semakin tinggi.


    B. Topologi jaringan star
    Topologi jaringan star hanya memiliki satu komputer sebagai sentral. Setiap komputer dalam jaringan dihubungkan ke komputer server secara langsung atau melalui hubungan dengan tingkat kerumitan lebih jaringan dibandingkan mesh. Keunggulan adalah penambahan jumlah saluran hanya dilakukan oleh satu komputer saja sebagai sentral dengan menggunakan hub, dapat meningkatkan unjuk kerja jaringan, dan memiliki bandwidth atau lebar jalur komunikasi yang lancar karena setiap komputer mempunyai kabel sendiri dan bila terjadi gangguan pada salah satu kabel, maka workstation yang bersangkutan saja yang mengalami gangguan dengan server. Pada mesh, penambahan komputer dengan sentral berarti penambahan pada setiap komputer sentral. Kelemahan sistem ini membuat komputer sentral memiliki beban yang cukup berat yang memungkinkan terjadinya kerusakan atau gangguan pada komputer sentral. Selain itu, jaringan jenis ini membutuhkan banyak kabel.

    C.Topologi jaringan bus
    Dalam topologi jaringan bus, komputer yang berfungsi sebagai server dan workstation dihubungkan oleh kabel tunggal atau kabel pusat. Keunggulannya adalah mudah dalam menambah workstation baru tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahannya bila terjadi gangguan kabel pusat, maka seluruh jaringan dalam workstation akan terganggu.

    D. Topologi jaringan ring
    Dalam jaringan ring, komputer sentral dihubungkan dengan komputer sentral lainnya atau workstation sehingga membentuk lingkaran jaringan. Dalam proses informasi, setiap server dan workstation akan menerima dan melewati satu komputer ke komputer lain. Informasi hanya diterima bila sesuai dengan alamat server atau workstation dan bila tidak sesuai alamat server atau workstation, informasi akan dilewatkan. Keunggulannya, pada teknologi ring tidak akan terjadi tabrakan data karena hanya satu node yang dapat mengirimkan data pada satu saat pengiriman. Kelemahannya, setiap node akan menerima informasi dan mengelolanya untuk selanjutnya diterima atau dilewatkan sehingga bila terjadi gangguan pada salah satu node, maka seluruh jaringan akan terganggu.

    E. Topologi jaringan tree
    Topologi jaringan ini disebut juga dengan jaringan pohon atau jaringan bertingkat. Topologi jenis ini digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan tingkat atau hirarki yang berbeda. Topologi jaringan ini paling umum digunakan karena memiliki keandalan, yaitu jika salah satu kabel putus pada workstation atau client, tidak akan mempengaruhi hubungan workstation atau client lainnya. Selain itu, topologi ini memiliki kemudian dalam instalasi dan pemeliharaan.


    Baca Selengkapnya...

    Jaringan Komputer

    JARINGAN KOMPUTER
    Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang terhubung bersama dan dapat berbagi sumber daya yang dimilikinya, seperti berbagi printer, CDROOM, pertukaran file, dan komunikasi secara elektronik antarkomputer.
    Media penghubung dalam jaringan komputer seperti kabel, telepon, gelombang radio, satelit atau sinar infra merah (infra red).
    A. Jaringan komputer berdasarkan teknologi Transmisi
    B. Jaringan Broadcast
    Jaringan ini menggunakan saluran komunikasi tunggal yang digunakan semua komputer atau mesin yang terhubung pada jaringan ini secara bersama-sama. Data yang berukuran kecil dalam paket dikirim oleh satu mesin dan akan diterima oleh mesin-mesin lainnya yang terhubung ke dalam jaringan.

    C. Jaringan Point to point
    Jaringan ini terdiri atas beberapa komputer atau mesin yang sering kali harus memiliki banyak rute karena jaraknya berbeda. Dalam mengirimkan paket dari satu mesin sumber ke suatu tujuan, paket jenis jaringan ini harus melalui mesin perantaranya yang bisa melalui banyak rute.
    D. JARINGAN KOMPUTER BERDASARKAN JARAK
    1. WORKGROUP
    Jaringan ini terdiri dari beberapa unit komputer yang dihubungkan dengan menggunakan Network Interface Card atau yang biasa disebut dengan Local Area Network Card, serta dengan menggunakan kabel BNC maupun UTP. Semua unit komputer yang terhubung dapat mengakses data dari unit komputer lainnya dan juga dapat melakukan print document pada printer yang terhubung dengan unit komputer lainnya.
    Keuntungan Jaringan Workgroup.
    • Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing).
    • Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua unit komputer (Printer Sharing).
    • Akses data dari/ke unit komputer lain dapat di batasi dengan tingkat sekuritas pada password yang diberikan.
    • Komunikasi antara karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan E-Mail & Chat.
    • Bila salah satu unit komputer terhubung dengan modem, maka semua atau sebagian unit komputer pada jaringan ini dapat mengakses ke jaringan Internet atau mengirimkan fax melalui 1 modem

    2. LAN (LOCAL AREA NETWORK)
    LAN (Local Area Network) adalah suatu kumpulan komputer, dimana terdapat beberapa unit komputer (client) dan 1 unit komputer untuk bank data (server). Antara masing-masing client maupun antara client dan server dapat saling bertukar file maupun saling menggunakan printer yang terhubung pada unit-unit komputer yang terhubung pada jaringan LAN.
    Keuntungan Jaringan LAN.
    • Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing).
    • Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing).
    • File-file data dapat disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari semua client menurut otorisasi sekuritas dari semua karyawan, yang dapat dibuat berdasarkan struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin.
    • File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat di kontrol.
    • Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat.
    • Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil sekali.
    • Komunikasi antar karyawan dapat dilakukan dengan menggunakan E-Mail & Chat.
    • Bila salah satu client/server terhubung dengan modem, maka semua atau sebagian komputer pada jaringan LAN dapat mengakses ke jaringan Internet atau mengirimkan fax melalui 1 modem.

    LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik, yaitu, ukuran, teknologi dan transmisi, dan topologi.
    Ciri umum LAN
    - Teknologi transmisi LAN yang biasa menggunakan transmisi Kabel Tunggal.
    - Pada LAN biasa atau tradisional, kecepatan transmisi sekitar 10 s/d 100 Mbps (megabyte/second).
    - Jarak maksimum untuk LAN adalah ¬+ 1 KM.
    3. MAN (METROPOLITAN AREA NETWORK)
    Jaringan ini mempunyai are jaringan lebih luas dari LAN. Jaringan ini disebut sebagai jaringan Area Metropolitan yang menjangkau antar wilayah dalam satu propinsi. Jaringan MAN menghubungkan jaringan-jaringan kecil yang ada, seperti LAN yang menuju pada lingkungan area yang lebih besar. Contoh, beberapa Bank yang memiliki jaringan komputer di setiap cabangnya dan dapat berhubungan satu sama lain sehingga setiap nasabahnya dapat melakukan transaksi menyimpan/ mengambil uang di cabang manapun di provinsi yang sama.
    Jarak Jaringan MAN mendukung hingga sampai 10 KM. Dalam provinsi/kota.

    4. WAN (WIDE AREA NETWORK)
    WAN (Wide Area Network) adalah kumpulan dari LAN dan/atau Workgroup yang dihubungkan dengan menggunakan alat komunikasi modem dan jaringan Internet, dari/ke kantor pusat dan kantor cabang, maupun antar kantor cabang. Dengan sistem jaringan ini, pertukaran data antar kantor dapat dilakukan dengan cepat serta dengan biaya yang relatif murah. Sistem jaringan ini dapat menggunakan jaringan Internet yang sudah ada, untuk menghubungkan antara kantor pusat dan kantor cabang atau dengan PC Stand Alone/Notebook yang berada di lain kota ataupun negara.
    Jaringan ini mencakup geografis yang sangat luas yang mampu menjangkau batas provinsi dan bahkan batas negara di belahan dunia. media untuk menghubungkan WAN bisa menggunakan satelit atau kabel bawah tanah. Jangkauan WAN bisa mencapai ribuan kilometer. Akan tetapi kecepatan data transfer terbatas sampai 64 Kbps (kilobyte/second).
    Keuntungan Jaringan WAN.
    • Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai bank data dari kantor cabang.
    • Komunikasi antar kantor dapat menggunakan E-Mail & Chat.
    • Dokumen/File yang biasanya dikirimkan melalui fax ataupun paket pos, dapat dikirim melalui E-mail dan Transfer file dari/ke kantor pusat dan kantor cabang dengan biaya yang relatif murah dan dalam jangka waktu yang sangat cepat.
    • Pooling Data dan Updating Data antar kantor dapat dilakukan setiap hari pada waktu yang ditentukan.


    Baca Selengkapnya...

    Manfaat Jaringan

    MANFAAT JARINGAN
    Secara umum, jaringan mempunyai beberapa manfaat yang lebih dibandingkan dengan komputer yang berdiri sendiri dan dunia usaha telah pula mengakui bahwa akses ke teknologi informasi modern selalu memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing yang terbatas dalam bidang teknologi.
     Jaringan memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien.
    Misalnya, banyak pengguna dapat saling berbagi printer tunggal dengan kualitas tinggi, dibandingkan memakai printer kualitas rendah di masing-masing meja kerja. Selain itu, lisensi perangkat lunak jaringan dapat lebih murah dibandingkan lisensi stand-alone terpisah untuk jumlah pengguna sama.
     Jaringan membantu mempertahankan informasi agar tetap andal dan up-to-date.
    Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik memungkinkan banyak pengguna mengaskses data dari berbagai lokasi yang berbeda, dan membatasi akses ke data sewaktu sedang diproses.
     Jaringan membantu mempercepat proses berbagi data (data sharing).
    Transfer data pada jaringan selalu lebih cepat dibandingkan sarana berbagi data lainnya yang bukan jaringan.

     Jaringan memungkinkan kelompok-kerja berkomunikasi dengan lebih efisien.
    Surat dan penyampaian pesan elektronik merupakan substansi sebagian besar sistem jaringan, disamping sistem penjadwalan, pemantauan proyek, konferensi online dan groupware, dimana semuanya membantu team bekerja lebih produktif.
     Jaringan membantu usaha dalam melayani klien mereka secara lebih efektif.
    Akses jarak-jauh ke data terpusat memungkinkan karyawan dapat melayani klien di lapangan dan klien dapat langsung berkomunikasi dengan pemasok.

    Ada empat tipe jaringan yang umum yang digunakan antara lain :
    - Jaringan WorkGroup,
    - Jaringan LAN (Local Area Network)
    - MAN (Metropolitan Area Network
    - Jaringan WAN (Wide Area Network)


    Baca Selengkapnya...

    PENGGUNAAN INTERNET

    PENGGUNAAN INTERNET UNTUK MEMPEROLEH INFORMASI
    A. WWW (WORLD WIDE WEB)
    WWW merupakan layanan untuk browsing atau surfing bagi pengguna internet yang memberikan informasi baik berupa gambar Video atau text dalam berbagai format.
    Layanan WWW ini disimpan pada sebuah Web Server sehingga pengguna yang hendak membukanya harus mempunyai Web client atau disebut Web browser. Aplikasi WEB browser

    B. URL (Uniform Resource Locator) Dan Home Page
    URL (Uniform Resource Locator) merupakan sebuah alamat yang menunjukkan rute atau jalur ke file atau fasilitas internet lainnya pada web. URL diketikan pada Web Browser untuk mengakses file atau fasilitas suatu situs web. Misalnya, Anda akan membuka atikel di ilmukomputer.com maka ketikan pada address barnya adalah http://www.ilmukomputer.com
    Homepage merupakan halaman pertama atau halaman depan dari suatu website. Secara Default, halaman web suatu website, biasanya adalah index.php, index.htm, dan default.htm. tetapi, dalam mengetikan alamat suatu situs, misalnya http://www.geocities.com/uzey.htm, yang pertama kali tampil adalah halaman depan atau halaman pertama yang disebut sebagai homepage. Jadi, Unifrom Resource Lacator (URL) terletak setelah homepage.

    C. Hypertext dan HTML
    Pada saat anda mengetikan alamat situs atau website pada kotak address, secara otomatis di depannya ditambahkan http://. HTTP (Hyper Text Transfer Procotol) merupakan protokol untuk mendownload file ke Komputer. Protokol ini berbasis hypertext merupakan format teks yang umumnya digunakan di internet. Hypertext adalah dokumen on-line dalam bentuk tulisan atau gambar yang berhubungan dengan dokumen lainnya.
    HTML (Hyper Text MarkUp Language) merupakan sebuah bahasa pemograman untuk halaman web dan merupakan format dokumen yang digunakan dan dapat diakses dengan World Wide Web (WWW). HTML menghasilkan tampilan halaman yang meliputi jenis huruf, elemen grafis, dan link hypertext ke dokumen lain di internet.

    D. Search Engine (situs mesin pencari)
    Search Engine atau mesin pencari merupakan salah satu fasilitas yang dimiliki beberapa situs yang ada di dunia yang dijalankan melalui Web Browser. Dengan fasilitas Search Engine. Para netter (pengguna internet) dapat dengan mudah mencari informasi yang dibutuhkan. Search Engine menyimpan miliaran halaman web yang merupakan database dari situs seluruh dunia. Situs yang melayani Search Engine ini, di antaranya adalah sebagai berikut.
    1. yahoo.com
    2. google.com atau google.co.id
    3. msn.com
    4. altavista.com
    5. infoseek.com
    6. snap.com

    E. Download
    Download merupakan tindakan mengambil file secara utuh melalui suatu web server. File yang bisa di download bermacam-macam format misalnya .doc, .html, .bmp .exe .pdf, dll.

    F. E-Mail (electronic mail)
    e-mail merupakan fasilitas yang ada di internet untuk keperluan pengiriman data dan berita, surat menyurat dalam bentuk data elektronik.
    e-mail dapat diperoleh dengan bayar ataupun gratis yag diberikan oleh ISP (internet service provider) contoh untuk e-mail gratis yahoo.com, gmail.com, hotmail.com, plasa.com dll.


    Baca Selengkapnya...

    Kejujuran

    Sebagai orang yang beriman, mestinya kita harus berusaha berbuat jujur. Jujur itu dalam bahasa arabnya disebut ash-shidqu. Ash-Shidqu itu lawannya al-kadzibu (bohong). Ash-shidqu maupun Al-kadzibu adanya di dalam hati, kemudian berimbas pada perkataan dan perbuatan. Kalau ash-shidqu antara hati dan ucapan, dan perbuatan itu harus sama, sedangkan al-kidzbu, sebaliknya.


    Ada bermacam-macam bentuk kejujuran, antara lain : jujur dalam hati, jujur dalam perkataan, jujur dalam kemauan, jujur dalam janji dan jujur dalam kenyataan hidup.
    Pertama, jujur dalam hati (shidqu al-qalb). Artinya menghiasi hati dengan iman kepada Allah, sehingga ia bersih dari penyakit hati yang kotor. Hati yang seperti ini akan tercermin dalam niat yang tulus dan ikhlas.
    Kedua, jujur dalam perkataan (shidqu al-qaul). Segala informasi yang disampaikan, pertanyaan yang diajukan, dan jawaban yang diberikan, semata-mata adalah kebenaran. Orang yang seperti ini akan dipercaya oleh siapa saja.
    Ketiga, jujur dalam perbuatan (shidqu al-‘amal), termasuk dalam pergaulan (shidqu al-mu’amalah). Artinya segala perilaku sesuai dengan syari’at Islam. Dia tidak berkhianat. Dalam berbuat baik, dia tidak mengharapkan balasan, kecuali dari Allah SWT.
    Keempat, jujur dalam kemauan (shidqu al-‘azam). Sebelum seseorang melakukan tindakan, maka dilakukan terlebih dahulu penilaian dan pertimbangan, kemudian diputuskan dan diniatkan untuk melakukan perbuatan tersebut. Jadi, kemauan itu dimantapkan setelah diyakini benar manfaatnya. Lalu, tidak terpengaruh oleh suara-suara orang lain yang mengomentarinya.

    Kelima, jujur dalam janji (shidqu al-wa’ad). Seseorang tidak ingkar janji kepada siapapun, termasuk kepada anak kecil dan diri sendiri. Dalam surat Maryam, Allah memuji Isma’il yang suka menepati janji.
    “Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Isma’il (yang tersebut) di dalam al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan Nabi" (QS. Maryam [19:54].
    Keenam, jujur dalam kenyataan hidup (shidqu al-hal) orang yang apa adanya dalam bersikap, berkata maupun berbuat kapanpun dan dimanapun, tidak menambah-nambah atau mengurangi karunia Allah yang diberikan kepadanya. Jadi, tidak perlu merasa malu kalau mungkin ada kekurangan dalam diri kita. Dan tidak perlu mencoba merubahnya dengan segala upaya agar tidak terlihat oleh orang lain. Kecuali pada kenyataan hidup yang ditakutkan akan menjadi beban orang lain.
    Baca Selengkapnya...

    Mahabbah (cinta)

    Sebelum membahas pengertian mahabbah secara terminologi, perlu diungkap pengertian mahabbah menurut etimologi. Dalam pengertian terakhir, misalnya; Al-Hujwiri dalam kitabnya "Kasful Mahjub", menjelaskan makna al-hubb. Menurut riwayat, mahabbah berasal dari kata habbah yang berarti benih-benih yang jatuh ke bumi di padang pasir, sebutan hubb diartikan demikian karena cinta adalah sumber kehidupan, sebagaimana benih yang merupakan asal mula tanaman. Benih disebarkan di gurun pasir, bersembunyi di bumi, hujan turun, matahari menyinari. Namun benih itu tidak rusak oleh perubahan musim, malah tumbuh, berbunga dan memberikan buah. Demikian juga cinta, bilamana ia hadir dalam hati seseorang, ia tidak akan rusak oleh kehadiran dan ketidakhadiran, oleh senang atau susah, oleh keterpisahan maupun kesatuan.

    Mahabbah dapat pula diambil dari kata hubb yang berarti sebuah tempayan yang penuh dengan air tenang, karena cinta yang telah terpadu dalam hati dan memenuhi hati, di situ tidak ada lagi ruang bagi pemikiran selain yang dicinta. Makna lain dari mahabbah, terambil dari kata hubb yang berarti empat keping kayu penyangga poci air, karena sebagai pecinta dengan suka hati menerima apa saja yang dilakukan oleh kekasihnya, berkenan atau tidak berkenan, susah maupun senang.
    Disamping itu, hubb juga dapat diartikan dengan gelembung-gelembung air dan luapan-luapannya di waktu hujan lebat, karena cinta luapan hati yang menundukkan kesatuan dengan kekasih. Makna demikian diambil dari kata hubbah. Hubb juga dijadikan sebagai sebutan cinta murni.
    Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulum ad-Din, membahas mahabbah secara luas. Dalam pembahasan tersebut, Al-Ghazali antara lain memberi komentar pada salah satu syair Rabi'ah tentang pembagian cinta :

    Aku mencintai-Mu dengan dua model cinta
    Cinta karena diriku dan cinta karena diri-Mu
    Cinta karena diriku
    Adalah keadaan senantiasa mengingat-Mu
    Cinta karena diri-Mu
    Adalah keadaan-Mu mengungkap tabir
    hingga Engaku kulihat
    Baik untuk ini maupun untuk itu
    Pujian bukanlah untukku
    Bagi-Mu segala pujian
    Leo F. Baccoqlia dalam bukunya Love menjelaskan bahwa cinta adalah semuanya dan sekaligus, keadaan gembira luar biasa, keadaan senang, fantasi, keadaan rasional atau yang tidak rasional. Cinta hadir pada setiap orang yang beradab dan merupakan proses membangun di atasnya apa yang sudah ada sebagai landasannya. Cinta adalah sebuah tindakan yang mengandung kepercayaan dan siapa saja yang memiliki sedikit kepercayaan, maka ia akan mempunyai sedikit cinta.
    Cinta yang sempurna adalah yang memberikan segalanya, tidak mengharapkan apapun. Cinta sejati tidak mempunyai pamrih apapun, tidak pujian dan kebersamaan, bahkan tidak cinta itu sendiri. Pamrih hanya akan menodai ketulusan cinta. Cinta sejati hanya mendambakan kebahagiaan dan kebaikan yang dicinta.
    Sampai saat ini belum diketahui dan tidak ada kata sepakat tentang pengertian cinta. Memang untuk mengetahui cinta secara definitif sangatlah sulit, kita mengetahui apa itu cinta secara instinktif, yaitu bila kita mencintai dan dicintai.
    Baca Selengkapnya...

    Hati dan Hati-Hati

    Di saat kita nikmati kebersamaan,banyak hal terlewatkan begitu saja, keceriaan, gelak-tawa dan senyuman mengalir begitu saja
    Kalo saja cerita harus ditulis dengan tetesan mata, jangan lagi air mata dikuras jadi telaga, sebab selama empat abad.... tangisan kami menjadi samudera...
    Apa yang kau harapkan dari sebuah hati? Apa pula hati? Bagaimana bisa menyelami hati? Apa yang harus dihati-hatikan dari sebuah hati?



    Segumpal pertanyaan singgah, bila dirasakan ada amukan sesak yang mulai sedikit-sedikit menyeruak. Pesanku sederhana, camkan dalam hati, agar tidak salah dalam melangkah.
    Jangan sembarangan berjanji. Kalau tak yakin bisa memenuhinya. Karena janji bisa sebau kentut. Angin busuk dari perut yang memualkan siapa saja. Dan janji yang terbengkalai adalah sampah. Siapa yang mau sampah?
    Apa wacana hari ini? Apa alasan yang bisa diciptakan lagi untuk menyamarkan janji? Sadarkah setiap alasan adalah kentut-kentut baru yang semakin lama semakin mengotori udara?
    Dan hati bisa semakin mengeras bila terus dihembusi dengan kentut-kentut janji yang tak kunjung ditepati. Bau busuk. Tak berdaya. Beralasan terus. Satu kebohongan menutupi kebohongan yang lain begitu terus menerus, dampai kepala akhirnya harus membentur dinding. Pecah…. berdarah…. dengan otak berceceran. Dan jiwa yang melayang merana.
    Cinta berakhir karena sebuah janji? Apakah tak ada pengampunan? Seperti pertobatan atau pemutihan? . Sayangnya hati bukan Yayasan atau Lembaga atau Agama. Tak ada penawaran yang ditawarkan hati. Toleransi mungkin ada. Namun tetap terbatas dan mereka menyebutnya kesabaran.

    Hati-hati memperlakukan hati. Hati tak suka dibohongi. Diperkosa. Dibiarkan merana. Hati juga ingin dipercayai. Bukan untuk dicurigai. Atau ditanyakan ‘kau sebenarnya siapa?’
    Tak ada kejujuran murni. Bahkan kepada istri dan anak saja tidak bisa jujur. Lalu mengapa harus memaksakan jujur pada hati? Hati punya toleransi. Tapi hati juga egois dan gampang tersakiti.
    Namun hati tak bisa dibohongi. Cinta dan sayang, hati yang tahu. Bukan mulut atau mata yang merasa. Tapi hati yang merangkulnya. Lalu, bagaimana bisa kau mengelabui hati, mungkar dari janji dan sejuta alasan seperti kentut terhembus membuat hati mengeras seperti hepatities?
    Camkan dengan telunjuk. tusuk dan ungkit sedikit ke atas sebatas jari. Jangan kasar, karena hati bisa tersakiti. Hati-hati sekali lagi.
    "Ketahuilah bahwa sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal daging, apabila ia baik, maka baiklah seluruh jasad, dan apabila rusak maka rusaklah jasad, itu qalb (hati nurani)." HR. Bukhori
    Imam Al-Ghazali menggambarkan hati ke dalam tiga macam :
    pertama, hati yang shahih (sehat), yaitu hati yang bisa menjadi salim (selamat), hati yang semacam ini yang dijanjikan akan dapat bertemu dengan Allah (QS. asy-syu'ara [26]: 88-99)
    kedua, hati yang mayyit (mati) yaitu hati semacam ini yang akan menghalangi datangnya petunjuk. (QS. al-baqarah [2]:6-7 dan al-muthaffifin [83]:13-14)
    ketiga, hati yang maridl(sakit) yaitu hati yang di dalamnya ada iman, ada ibadah, ada pahala tetapi juga ada kemaksiatan dan dosa-dosa (kecil/besar)
    "Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami, atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada." (QS. al-Hajj [22]:46)
    Baca Selengkapnya...
     

    Kunjungan


    Aktifitas

    Uzy Ibni Muhammad Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template